Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang memiliki peran penting
dalam pembangunan nasional. Sebagai pusat aktivitas masyarakat, desa
menyimpan berbagai potensi sumber daya alam, sosial, dan budaya yang dapat
dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Oleh karena itu,
pemahaman yang utuh terhadap kondisi suatu desa sangat penting, baik bagi
pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun pihak akademik.Secara cluster Badan Pusat Statistik Kab.Gayo Lues, Kampung Kota Rikit
Gaib termasuk dalam Cluster Perkotaan, letak Kampung Kota Rikit Gaib sangat
strategis, termasuk salah satu wilayah yang berada dalam pemerintahan
Kecamatan Rikit Gaib. Letak Kampung Kota Rikit Gaib yang berdekatan Dengan
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tepatnya ± 20 Km arah timur Kabupaten Gayo
Lues.
Kampung Kota Rikit Gaib secara administrasi terbagi menjadi 4 (Empat)
Dusun yakni: Dusun Bunge Roda, Dusun Uyem Tebel, Dusun Nangka Kul, Dusun
Arul Bako, dengan batas sebagai sebagai berikut:
Desa Kota Rikit Gaib, yang terletak di Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten
Gayo Lues, merupakan salah satu desa yang memiliki karakteristik unik baik dari
sisi geografis, sejarah, maupun potensi masyarakatnya. Terletak di wilayah
pegunungan yang asri, desa ini menyimpan kekayaan alam dan budaya yang belum
banyak terpublikasikan.
Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa
diharapkan tidak hanya melaksanakan kegiatan sosial, tetapi juga mampu
menggali, mendokumentasikan, dan menyusun data serta informasi mengenai
desa tempat pengabdian. Penyusunan Profil Desa Kota Rikit Gaib ini bertujuan
untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi desa, sehingga dapat
dijadikan sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan, pemberdayaan
masyarakat, maupun kegiatan akademik lainnya.
Melalui profil ini, diharapkan masyarakat desa, pemerintah setempat, serta
pihak luar dapat lebih memahami potensi dan tantangan yang ada, serta bersama?sama mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis kearifan
lokal.
1.2 Sejarah Desa
Pada tahun 1918 Dua orang kakak beradik yaitu Pesampang dan Pesemi
Adalah cucu dari REJE LINGE yang berasal dari daerah Linge sedang menyeberangi
sungai Ise-Ise pada saat itu sungai yang diseberangi sangat deras sehingga sangat
sulit untuk menyeberanginya, sudah 7 kali sang kakak Pesampang berusaha
menyeberang dan membantu untuk penyeberangan sungai itu namun tetap tidak
berhasil. Akhirnya sang kakak memberikan kesempatan kepada adiknya untuk
berusaha menyeberang dan ketika itu sang kakak berjanji apabila Pesemi sang adik
berhasil menyeberang sungai itu Pesampang sang kakak akan mengangkat Pesemi
menjadi kakak, usaha Pesemi untuk menyeberang sungai itu berhasil dan ketika itu juga Pesemi menjadi kakak Pesampang. kakak beradik ini datang dari Aceh daerah
Linge dan bermukim di kuning tue karna sempitnya lahan, dan perluasan lahan.
Beliau pindah ke Kampung Kuning dan kemudian bermukim disana sampai akhir
hayatnya. Karena sempitnya lahan di Kampung kuning sebagian masyarakat pindah
kedesa \"Kota Rikit Gaib\".
Kata Kota Rikit Gaib berasal dari peristiwa ketika pemuda-pemudi (dalam
bahasa Gayo; seberu-sebujang) sering berkumpul dan bermain di suatu tempat
yaitu Kampung Kota Rikit Gaib sekarang, dari peristiwa itulah Kampung Kota Rikit
Gaib dilahirkan. Setelah itu masyarakat banyak berpindah ketempat tersebut.
Masyarakat mengadakan musyawarah yang ingin berpindah/bermukim lebih
dekat dengan sungai. Beberapa tahun kemudian masyarakat kembali ingin
berpindah permukiman dengan alasan terlalu jauh dengan jalan besar/jalan
perkampungan dan di daerah ini juga tokoh masyarakat beranggapan bahwa
daerah ini tidak layak huni karna masyarakat disana sering terjangkit penyakit.
Setelah itu masyarakat berpindah kembali ke arul nakan, namun di daerah ini juaga
sering terjadi longsor, sehingga masyarakat kembali berpindah ke pemukiman
Kampung Kota Rikit Gaib sampai sekarang.
Berikut nama-nama Pengulu Kampung Kota Rikit Gaib Kecamatan Rikit Gaib
Kabupaten Gayo Lues dari tahun 1960 sampai sekarang sebagai berikut :
NO TAHUN NAMA
1 1960 s/d 1968 H. Abdul Rahman
2 1968 s/d 1976 Ismail Aman Rudin
3 1976 s/d 1984 H. Idris
4 1984 s/d 1999 Mahmud
5 1999 s/d 2007 Mahmud
6 2007 s/d 2010 Adam, SE
7 2010 s/d 2014 Yusuf
8 2015 s/d 2021 Taher
9 2022 s/d 2027 Taher
1.3 Tujuan
Penyusunan Profil Desa Kota Rikit Gaib ini bertujuan untuk memberikan
gambaran menyeluruh mengenai kondisi desa, baik dari segi geografis,
demografis, sosial, ekonomi, maupun potensi sumber daya alam dan budaya yang
dimiliki. Profil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dan pihak
terkait dalam menyusun perencanaan pembangunan serta program berdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, melalui
kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa turut berkontribusi dalam
mengidentifikasi dan mendokumentasikan potensi serta permasalahan yang ada
di desa. Dengan tersusunnya profil ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya data desa, serta mendorong partisipasi aktif
warga dalam pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
1.4 Sasaran
Sasaran dari penyusunan Profil Desa Kota Rikit Gaib ini adalah seluruh
elemen yang terlibat dalam pembangunan dan pengembangan desa, baik
langsung maupun tidak langsung. Sasaran utama meliputi pemerintah desa
sebagai pengelola kebijakan di tingkat lokal, lembaga masyarakat desa, serta warga
Desa Kota Rikit Gaib itu sendiri sebagai subjek dan objek pembangunan. Selain itu,
profil ini juga ditujukan bagi instansi pemerintah daerah, lembaga swadaya
masyarakat, serta pihak akademik seperti universitas dan peneliti yang
berkepentingan dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat,
pendampingan desa, maupun penelitian sosial. Dengan adanya profil ini,
diharapkan seluruh pihak yang menjadi sasaran dapat menggunakan informasi
yang tersedia secara bijak dan produktif untuk kemajuan bersama.